in Tag.

Tour D’Sabang 2017

Penulis : Wahjoedi jubat

Hari Pertama ( 1 )

Rencana bersepeda ke Sabang ini sebetulnya sudah lama saya rencanakan, namun rencana itu baru mengkristal pada awal tahun 2017. pada saat itu saya telah berhasil memetakan secara rinci rencana perjalanan tersebut dari kota Bekasi hingga Sabang (Pulau Weh).
Rincian perjalanan saya buat mengacu kepada situasi dan kondisi fisik selama berlatih. Selama berlatih, saya berusaha menyusun program dalam seminggu. Empat kali berlatih, yang tiga kali adalah jarak pendek sampai menengah 30 –60 km sedangkan sisanya untuk jarak panjang 100 – 150 km. Dalam penyusunan rencana perjalanan, saya selalu membuat target pencapaian per hari kurang lebih +/- 100 km.
Awalnya saya berkeinginan untuk melakukan touring itu sendiri, mengingat saat saya melakukan bike touring ke flores tahun 2012 yang lalu saya lakukan sendiri.
Namun keinginan itu berubah ketika bertemu Alan saat Dies AMC 2016 di coban talun. Saat itu kami berdua berkesempatan ngobrol mengenai kegiatan bersepeda. Alan menyampaikan bahwa di Gondanglegi sedang dilanda demam gowes / bersepeda sehingga kegiatan bersepeda cukup ramai. Cerita Alan itu mengingatkan saat moment dimana saya, Alan & Sugeng (kentang) pernah gowes bareng ke Pantai Tamban saat Dies. Moment itu cukup berkesan bagi saya karena rute gondanglegi – tamban pp itu lumayan ekstrim tanjakannya, tapi kami bertiga dapat melaluinya walaupun sedikit bersusah payah. Kalaitu saya melihat bahwa performa Alan cukup baik dari aspek fisik maupun mental. Kesan itulah yg membuat saya mengubah pemikiran mengajak Alan bergabung dalam Tour d’Sabang yang saya rencanakan.
Singkat cerita, selesai paparan rencana Tour D’Sabang, Alan setuju bergabung dan kami mulai mempersiapkan kebutuhan logistik yg diperlukan.

08 Oktober menjadi tanggal kesepakatan kami memulai Tour D’Sabang 2017. Alan berangkat dari Gondanglegi tanggal 04 Oktober naik bis.
Sesampainya di Jakarta sepeda Alan perlu di renovasi dulu sebelum berangkat touring. Oh ya… Bagi Alan tour ini adalah tourkali pertamanya

Alan mempersiapkan sepedanya

07 Oktober 2017 teman2 AMC yg berada di Jakarta berkumpul di rumah Rekan kita Suluh yg dijadikan sebagai basecamp, untuk memberikan dukungan finansial, semangat, dan doa kepada kami berdua yang akan melakukan touring sepeda start dari kota Bekasi dan diharapkan bisa finish di Sabang ( Pulau Weh ).

Minggu 8 Oktober kami berdua berangkat pukul 07.00 pagi. Saat itu kami diantar oleh beberapa teman pesepeda atau “goweser”, kebetulan mereka tetangga saya di Bekasi. Namun mereka mengantar hanya sampai di Gedung Bundar Kejaksaan Tinggi atau “CSW”.
Kami berdua meneruskan target perjalanan di hari pertama sampai di Bakauheni. Beberapa foto di kota jakarta yg sempat kami lakukan.

Foto ini di ambil di jalan layang di atas stasiun KRL Kebayoran
Foto ini diambil di perbatasan DKI Jskarta dan Provinsi Banten yang berada di Jl. Ciledug Raya

Awalnya kami sudah sepakat dengan rekan AMC yang tinggal di Jabotabek untuk makan bersama di Situ Cipondoh. Namun waktu itu jarum jam menunjukkan pukul 10.30 dan kami sudah sampai di Sutu Cipondoh, memutuskan menunda makan siang sampai jam 12.00 waktu sekitar. Sambil menunggu waktu kami neneruskan perjalanan sambil berpotret ria…

Gambar ini di ambil di Jembatan Kali Angke yg terletak di jantung Kota Tangerang

Setelah melewati kota Tangerang baru kami bisa berjumpa dengan Rekan sejawat AMC lainnya untuk makan siang bareng sekaligus sebagai “farewell party”. Setelah acara makan siang selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju arah Kota Serang. Cukup melelahkan juga hari itu, mengingat matahari begitu terik, dan gersangnya daerah yang kami lewati.
Ramainya kendaraan besar dan kecil yang memenuhi jalan membuat kami setengah kehabisan tenaga. Apalagi hari itu ialah hari dimana kami gowes hari pertama, sehingga fisik kami belum bisa beradaptasi secara baik dengan kondidi waktu itu.

Jam menunjukkan 16.25, kami sudah bisa mencapai Kota Serang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Banten, seperti terlihat pada foto – foto di atas.

Kota Serang pun terlewati, kami mulai masuk Kota Cilegon, Rekan Hasyim menelpon untuk mengajak makan malam di Cilegon. Rupanya Wak Hasyim berkeinginan untuk makan siang bersama di Tangerang, namun karena ada acara lain Wak Hasyim berusaha menyusul sampai Cilegon untuk sekedar mengajak makan malam dan mengucapkan selamat meneruskan perjalanan. Hal seperti inilah yang membuat kami tersadar bahwa “ ikatan kekeluargaan di AMC ternyata sangat erat dan mungkin melebihi keakraban antar keluarga kita sendiri ”.

Santap malam pun usai, kami langsung menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak mengerahkan sisa tenaga yang ada. Kami bisa mencapai pelabuhan penyeberangan Merak dan bisa langsung masuk ke kapal jam 21.26 …

Memang ini sedikit meleset dari target yg kami tetapkan. Seharusnya paling lambat jam 19.00 kita sudah masuk ke kapal. “Tapi semua itu harus kami jalani dan terima apa adanya”.
Jam 00.30 kami bisa menginjakkan kaki di Pelabuhan Bakauheni dan sesuai skenario kami akan cari penginapan disana. Namun setelah kami gowes dari pelabuhan menanjak ke arah kota dan menanyakan kepada penduduk mengenai hotel atau penginapan terdekat, mereka menjawab bahwa disini tidak ada penginapan.
Kondisi kami sudah lelah dan waktu sudah menunjukkan 01.30, kami putuskan untuk tidur disalah satu emperan / halaman SPBU / Pompa Bensin yg ada di Bakauheni..
Akhirnya 08 Oktober 2017 yang merupakan awal keberangkatan Tour D’Sabang 2017 telah kami tempuh sepanjang +/- 143 km..

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *